<?xml
version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" 
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
>

<channel xml:lang="en">
	<title>Taiz&#233;</title>
	<link>https://archives.taize.fr/</link>
	
	<language>en</language>
	<generator>SPIP - www.spip.net</generator>
	<atom:link href="https://archives.taize.fr/spip.php?id_rubrique=397&amp;page=backend" rel="self" type="application/rss+xml" />

	<image>
		<title>Taiz&#233;</title>
		<url>https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L144xH96/siteon0-458eb.jpg</url>
		<link>https://archives.taize.fr/</link>
		<height>96</height>
		<width>144</width>
	</image>



<item xml:lang="id">
		<title>&#034;Iman percaya akan memiliki kata terakhir&#034;</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article10021.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article10021.html</guid>
		<dc:date>2010-04-08T17:25:48Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		



		<description>Seorang penulis dan teolog, profesor di Institut Ortodoks Santo Sergius, Paris, bernama Olivier Cl&#233;ment, berusaha untuk mempermudah pertemuan antara umat Kristiani di Timur dan di Barat. Dia adalah sahabat dekat dari Komunitas dan dia telah menulis sebuah buku yang berjudul, &#034;Taiz&#233;: A meaning to life&#8221; (GIA Publications). Berikut adalah beberapa ringkasan dari buku tersebut. Di Taiz&#233;, para bruder datang dari berbagai denominasi yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain, juga dari budaya, (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique1260.html" rel="directory"&gt;Pandangan Tentang Taiz&#233;&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_chapo'&gt;Seorang penulis dan teolog, profesor di Institut Ortodoks Santo Sergius, Paris, bernama Olivier Cl&#233;ment, berusaha untuk mempermudah pertemuan antara umat Kristiani di Timur dan di Barat. Dia adalah sahabat dekat dari Komunitas dan dia telah menulis sebuah buku yang berjudul, &#034;Taiz&#233;: A meaning to life&#8221; (GIA Publications). Berikut adalah beberapa ringkasan dari buku tersebut.&lt;/div&gt;
		&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;Di Taiz&#233;, para bruder datang dari berbagai denominasi yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain, juga dari budaya, keturunan dan bahasa yang beragam namun mereka berdoa dan bekerja bersama. Ya, hal tersebut mungkin untuk dilakukan; Kristus menghacurkan segenap tembok-tembok pemisah. Keberagaman sejarah dan geografis ini menjadi tidak terlalu penting saat dibandingkan dengan beragamnya karunia dan talenta tiap-tiap pribadi. Komunitas menjadi seperti tempat yang dipenuhi banyak kegiatan. Beberapa bruder berkarya menciptakan keindahan: mereka melukis atau menggambar ikon, menghasilkan keramik indah yang dapat membuat kehidupan sehari-hari lebih bermartabat. Sedangkan bruder yang lain mengerjakan terjemahan dari karya-karya penting tradisi Kristiani. Mereka juga mempelajari bahasa-bahasa, yang menjadi tuntutan tak terhindarkan untuk menjawab sisi panggilan dari komunitas yang bersifat mendunia. Komunitas ini kecil namun benar-benar menghayati rasa dari sebuah kemanusiaan yang diperdamaikan dan diubahkan, sebuah kemanusiaan yang ingin temukan oleh sejarah dengan susah-payah. Dalam proses sejarah ini, Roh Kudus senantiasa bekerja, menggali apa yang terpendam dan sulit ditembus serta menerangi kreasi-kreasi seni, ilmu pengetahuan dan kerohanian. &lt;br class='manualbr' /&gt;Kaum muda lelah dengan debat kusir dan budaya makanan cepat saji: mereka menginginkan kebenaran. Tidaklah berguna berbicara dengan mereka tentang persekutuan jika kita tidak dapat menunjukkan kepada mereka sebuah tempat di mana persekutuan sedang diusahakan untuk dihayati- &#034;datang dan lihatlah.&#034; Di tempat seperti itu, para pengunjung disambut sebagaimana adanya mereka tanpa prasangka; tidak seorangpun ditanya tentang paspor doktrinal mereka; meskipun demikian tidak ada rahasia yang menutupi kenyataan bahwa semua orang berhimpun di sekeliling Kristus dan bersamaNya-&#034;Akulah Jalan,&#034; demikian yang dikatakanNya- sebuah jalan terbuka di depan mata bagi mereka yang menginginkannya. (hal.12)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kaitan antara pengalaman rohani yang dalam dengan keterbukaan yang berdaya-cipta kepada dunia adalah inti dari pertemuan-pertemuan di Taiz&#233;. Sejak bertahun-tahun lamanya pertemuan-pertemuan ini berpusat pada tema &#034;kehidupan batin dan kesetiakawanan kepada sesama&#034;. Inilah bentuk kekristenan yang harus kita tuju, karena semakin seseorang menjadi seorang pendoa semakin dia menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Sebenarnya tidak ada hal yang lebih bertanggung jawab dari pada berdoa. Hal ini perlu untuk dipahami dan disampaikan kepada kaum muda. Doa bukanlah pembelokan arah, doa bukanlah semacam obat di hari Minggu pagi. Doa melibatkan kita ke dalam misteri Bapa, dalam kuasa Roh Kudus, di sekeliling wajah yang telah memperlihatkan wajah-wajah lain kepada kita dan yang pada akhirnya menjadikan kita sebagai pelayan bagi setiap wajah kemanusiaan. (hal.46)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu kata kunci di Taiz&#233; adalah &#034;iman percaya&#034;. Pertemuan-pertemuan yang dipersiapkan oleh Komunitas di Eropa dan di benua lainnya dilaksanakan atas kerangka yang bernama &#034;Ziarah iman percaya di bumi&#034;. Kata &#034;iman percaya&#034; mungkin adalah salahs atu kata yang paling sederhana yang digunakan sehari-hari dan merupakan kata yang paling utama. Dari pada hanya sekedar berbicara tentang &#034;kasih&#034; agape, atau bahkan &#034;persekutuan&#034; atau &#034;koinonia&#034;, kita mungkin dapat dengan lebih leluasa berbicara tentang &#034;iman percaya&#034;, karena dalam iman percaya tercakup semua kenyataan ini. Dalam iman percaya terdapat misteri kasih, misteri persekutuan dan akhirnya terdapat pula misteri Allah trinitatis. (hal.69)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>Awal-awal Mula</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article9892.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article9892.html</guid>
		<dc:date>2010-03-04T14:09:33Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		



		<description>Segala sesuatunya bermula di tahun 1940 ketika di usia dua puluh lima, Bruder Roger meninggalkan Swiss, negeri tempat kelahirannya untuk pergi dan tinggal di Perancis, negeri tempat kelahiran ibunya. Selama empat tahun dia mengalami sakit TBC dan selama masa-masa pemulihan kesehatan itulah dia telah mematangkan dalam dirinya panggilan untuk menciptakan sebuah komunitas. Ketika Perang Dunia ke-II berkobar, dia memiliki keyakinan bahwa tanpa membuang banyak waktu lagi dia harus membantu (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique397.html" rel="directory"&gt;Komunitas Taiz&#233;&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;Segala sesuatunya bermula di tahun 1940 ketika di usia dua puluh lima, Bruder Roger meninggalkan Swiss, negeri tempat kelahirannya untuk pergi dan tinggal di Perancis, negeri tempat kelahiran ibunya. Selama empat tahun dia mengalami sakit TBC dan selama masa-masa pemulihan kesehatan itulah dia telah mematangkan dalam dirinya panggilan untuk menciptakan sebuah komunitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Perang Dunia ke-II berkobar, dia memiliki keyakinan bahwa tanpa membuang banyak waktu lagi dia harus membantu mereka yang mengalami pencobaan ini, sebagaimana contoh yang dilakukan neneknya selama perang dunia ke-I. Desa kecil Taiz&#233;, tempat dia menetap, berada sangat dekat dari garis demarkasi yang memilah Perancis menjadi dua bagian: desa tersebut menjadi tempat perlindungan bagi para pengungsi perang. Kawan-kawannya dari Lyon mulai memberikan alamat Taiz&#233; kepada orang-orang yang membutuhkan tempat yang aman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berkat bantuan lunak, Bruder Roger dapat membeli rumah dengan beberapa gedung yang tak dihuni sejak beberapa tahun. Dia minta tolong kepada salah seorang kakak perempuannya, Genevi&#232;ve, untuk datang dan membantunya menawarkan keramahan. Di antara para pengungsi yang mereka tampung adalah orang-orang Yahudi. Material-material pendukung sangatlah terbatas. Tidak ada air, sehingga untuk air minum mereka harus menimba dari sumur desa. Makanan yang ada sangatlah sederhana, biasanya hanya sup yang dibuat dari tepung jagung yang dibeli dengan harga murah di tempat penggilingan setempat. Diluar sepengetahuan mereka yang ditampungnya, Bruder Roger berdoa sendiri; seringkali dia menyanyi jauh dari rumah, di tengah hutan. Hal ini dilakukan agar tidak seorangpun dari para pengungsi, baik orang Yahudi maupun agnostik, merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukannya. Genevi&#232;ve menjelaskan kepada mereka bahwa jika mereka ingin berdoa maka lebih baik jika mereka melakukannya secara pribadi di dalam kamar mereka masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang tua Bruder Roger, yang khawatir bahwa putra dan putri mereka berada dalam bahaya, meminta kepada salah seorang pensiunan perwira Perancis untuk mengawasi mereka, dia adalah kawan dekat dari keluarga. Pada musim gugur 1942, dia memperingatkan mereka bahwa apa yang mereka lakukan sudah diketahui oleh pihak penguasa dan memina agar semua orang harus meninggalkan tempat itu sesegera mungkin. Hingga akhir perang, Bruder Roger tinggal di Jenewa dan di sanalah dia mengawali sebuah kehidupan bersama dengan beberapa bruder pertamanya. Mereka kemdian dapat kemabli ke Taiz&#233; di tahun 1944.&lt;/p&gt; &lt;dl class='img-tzart spip_document_603 spip_documents spip_documents_left'&gt; &lt;dt&gt;&lt;img class='act-img img-rounded' src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L360xH260/comm166a-5e01b.jpg' alt='JPEG - 10.1 ko' width='360' height='260' /&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt; &lt;h4 class=&#034;spip&#034;&gt;Kaul Kekal Pertama Para Bruder&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Di tahun 1945, seorang pengacara muda dari daerah setempat mendirikan sebuah perkumpulan yang menampung anak-anak yang elah kehilangan orang tua mereka dalam perang. Dia menyarankan kepada para bruder untuk menampung beberapa dari mereka di Taiz&#233;. Sebuah komunitas kaum laki-laki tidak dapat menerima anak-anak. Maka Bruder Roger kembali meminta kakaknya Genevi&#232;ve untuk kembali dan merawat mereka serta menjadi ibu mereka. Pada tiap-tiap hari Minggu, para bruder juga menyambut para tawanan perang Jerman yang ditempatkan di sebuah kamp tak jauh letaknya dari Taiz&#233;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedikit demi sedikit beberapa pria lainnya datang dan bergabung dalam kelompok ini dan pada hari Paskah 1949, tujuh diantara mereka mengucapkan kaul kekal untuk hidup dalam selibat dan untuk hidup bersama dalam kesederhanaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada masa hening sebuah retret yang panjang, selama musim dingin 1952-53, pendiri komunitas menulis Peraturan Taiz&#233;, yang mengungkapkan kepada para saudaranya &#034;inti pokok yang membolehkan kehidupan bersama mungkin untuk dilakukan&#034;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		
		<enclosure url="https://archives.taize.fr/IMG/jpg/comm166a.jpg" length="10292" type="image/jpeg" />
		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>Jiwa yang peka untuk mempersiapkan masa depan yang damai</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article5389.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article5389.html</guid>
		<dc:date>2007-11-10T17:24:06Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		



		<description>Hubungan antara Taiz&#233; dengan bakal Paus Yohanes Paulus II dimulai sekitar empat puluh tiga tahun yang lalu. Bruder Roger bertemu dengan Karol Wojtyla di tahun 1962, pada saat Konsili Vatikan, saat itu dia adalah Uskup Pembantu di Krakowi. Di pagi hari sebelum mereka mengikuti acara-acara Konsili, mereka bersama-sama berdoa di sebuah kapel dalam Basilika Santo Petrus dan demikianlah mereka kemudian saling mengenal satu sama lain. Kemudian para bruder Taiz&#233; mengundang Uskup muda ini untuk (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique1260.html" rel="directory"&gt;Pandangan Tentang Taiz&#233;&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;Hubungan antara Taiz&#233; dengan bakal Paus Yohanes Paulus II dimulai sekitar empat puluh tiga tahun yang lalu. Bruder Roger bertemu dengan Karol Wojtyla di tahun 1962, pada saat Konsili Vatikan, saat itu dia adalah Uskup Pembantu di Krakowi. Di pagi hari sebelum mereka mengikuti acara-acara Konsili, mereka bersama-sama berdoa di sebuah kapel dalam Basilika Santo Petrus dan demikianlah mereka kemudian saling mengenal satu sama lain. Kemudian para bruder Taiz&#233; mengundang Uskup muda ini untuk datang dan makan bersama di apartemen mereka di Roma.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika menjabat sebagai Uskup Agung Krakowi, Karol Wojtyla berkunjung ke Taiz&#233; dua kali, di tahun 1964 dan 1968. Selanjutnya, dalam beberapa kesempatan, Bruder Roger di undang untuk datang dan berbicara pada ziarah tahunan para pekerja tambang di Silesia, Polandia. Kardinal Wojtyla memimpin ziarah tersebut dan sesudahnya dia mengundang para bruder untuk menginap dirumahnya di Krakowi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat terpilih sebagai Paus pada tahun 1978, dia menyambut Bruder Roger secara pribadi setiap tahun hingga tahun 2004, termasuk menerimanya pada tahun 1981 saat dia terbaring di rumah sakit akibat serangan yang hampir merenggut nyawanya. Dia juga menyambut ribuan kaum muda di Roma untuk tiga kali pelaksanaan pertemuan kaum muda Eropa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat dia berkunjung ke Prancis, Sri Paus berhenti sejenak di Taiz&#233; pada tanggal 5 Oktober 1986.&lt;/p&gt;
&lt;h4 class=&#034;spip&#034;&gt;Setelah Sri Paus wafat&lt;/h4&gt;&lt;h3 class=&#034;spip&#034;&gt;Kesaksian dari Bruder Roger&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Paus Yohanes Paulus II telah menyalakan harapan bagi banyak kaum muda. Dia menggugah banyak dari mereka untuk percaya kepada Allah. Hatinya dipenuhi dengan ungkapan syukur akan karya pelayanan perdamaian dan persekutuan yang ditekuninya selama lebih dari dua puluh enam tahun.&lt;/p&gt; &lt;dl class='img-tzart spip_document_606 spip_documents spip_documents_left'&gt; &lt;dt&gt;&lt;img class='act-img img-rounded' src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L360xH180/comm1776a-896ba.jpg' alt='JPEG - 12.3 ko' width='360' height='180' /&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Saat itu tahun 1962, di Konsili Vatikan, saya berjumpa dengan seseorang yang enam belas tahun kemudian menjadi seorang Paus. Yohanes Paulus II menyambut saya secara pribadi setiap tahun dan ada kalanya muncul dalam benak saya segala kesulitan yang dia lalui dalam kehidupannya: pada saat kanak-kanak dia kehilangan ibunya, pada masa mudanya dia kehilangan ayah dan saudara laki-laki satu-satunya. Saya kemudian berpikir: cobalah untuk mencari kata-kata pelipur lara yang dapat membesarkan hatinya; yakni dengan berbicara tentang pengharapan yang kami temukan di antara banyak kaum muda dan dengan meyakinkannya bahwa Komunitas memberikan kepercayaan sepenuhnya kepadanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terbakar oleh api kasih akan Gereja dan keluarga umat manusia, Yohanes Paulus II melakukan segenap upaya yang mungkin untuk mengungkapkan api tersebut. Dia menghidupkan dimensi universal dari Gereja dengan berkunjung ke sebagian besar negara-negara di dunia untuk bertemu dengan orang-orang dan kadang-kadang mengugah mereka dengan tantangan-tantangan serta untuk mengungkapkan belas kasih Allah. Melalui lebih dari seratus perjalanan yang dilakukannya, terungkap dengan jelas jiwa yang sangat peka untuk mempersiapkan masa depan yang damai.&lt;/p&gt;
&lt;h4 class=&#034;spip&#034;&gt;Minggu, 5 Oktober, 1986&lt;/h4&gt;&lt;h3 class=&#034;spip&#034;&gt;Yohanes Paulus II berkunjung ke Taiz&#233;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Saat dia berkunjung ke Prancis, Paus Yohanes Paulus II memutuskan untuk berhenti sejenak di Taiz&#233;. &lt;br class='autobr' /&gt;Sri Paus telah berada di Lyon sejak sehari sebelumnya dan dia kemudian melanjutkan perjalanan ke Paray-le-Monial, Ars dan Annecy.&lt;/p&gt; &lt;dl class='img-tzart spip_document_607 spip_documents spip_documents_left'&gt; &lt;dt&gt;&lt;img class='act-img img-rounded' src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L360xH120/comm1776b-c61d2.jpg' alt='JPEG - 12.6 ko' width='360' height='120' /&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Tenda-tenda besar disambungkan ke Gereja Rekonsiliasi. Tujuh ribu kaum muda datang pada saat itu. Di sepanjang malam, beberapa dari mereka bergiliran berdoa dalam keheningan hingga pagi hari. Pada pukul 08.30, setelah bernyanyi bersama dengan kaum muda, para bruder meninggalkan Gereja untuk menyambut Sri Paus. Saat itu kabut tebal menutupi semua tempat. Helikopter yang telah dipersiapkan tidak dapat meninggalkan hangar sehingga Sri Paus harus datang dari Lyon dengan menggunakan mobil biasa.&lt;br class='autobr' /&gt;Saat dia lewat di depan lonceng-lonceng, kabut tebal menutupi lonceng terbesar dimana, sebagai kenangan akan kunjungannya, terukir kata-kata yang dia ucapkan di awal pelayanannya sebagai Paus: &#8220;Jangan takut; buka dengan lebar pintu-pintu bagi Kristus.&#8221;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian dia masuk ke dalam Gereja Rekonsiliasi dan duduk di sebuah kursi kayu. Bruder Roger, dikelilingi oleh anak-anak, menyampaikan beberapa kata sambutan. Selanjutnya Sri Paus berbicara kepada para kaum muda yang hadir. Dia menjelaskan alasan mengapa dia datang ke Taiz&#233; dan apa yang diharapkan Gereja dari mereka:&lt;/p&gt;
&lt;h4 class=&#034;spip&#034;&gt;Gereja membutuhkan semangat mudamu&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;&#8220;(&#8230;) Sama seperti Anda sekalian, peziarah dan kawan-kawan dari Komunitas, Sri Paus hanya singgah sebentar. Namun ketika seseorang singgah ke Taiz&#233; ini bisa diibaratkan seperti seseorang yang singgah ke satu sumber mata air. Para musafir berhenti, menghilangkan dahaganya kemudian meneruskan perjalanannya. Seperti yang Anda sekalian ketahui, para bruder, tidak ingin menahan Anda di sini. Melalui doa dan keheningan, mereka ingin memampukan kalian untuk mereguk air kehidupan yang dijanjikan Kristus, mengenal sukacita-Nya, melihat kehadiran-Nya, menanggapi panggilan-Nya dan kemudian beranjak kembali untuk pergi menjadi saksi dari kasih-Nya serta untuk melayani sesama yang ada di paroki-paroki kalian, sekolah, universitas dan di segala tempat di mana Anda bekerja.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Hari ini, di segala Gereja, Komunitas-komunitas Kristen dan bahkan di antara para pemimpin negara-negara di dunia, Komunitas Taiz&#233; di kenal karena kepercayaan yang senantiasa penuh dengan harapan kepada para kaum muda. Keinginan untuk berbagi kepercayaan dan pengharapan inilah yang menjadi alasan utama saya datang pagi ini.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Kaum muda yang terkasih, untuk mengabarkan kepada dunia berita sukacita Injil, Gereja memerlukan semangat muda dan kemurahan hati kalian. Kalian tahu bahwa mungkin saja ada di antara para orang tua kalian, setelah melalui perjalanan kehidupan dan cobaan yang begitu sulit, jatuh ke dalam jerat ketakutan dan kelesuan serta melemahnya dinamisme, tanda dari setiap panggilan kristiani. Hal ini bisa juga dikarenakan lembaga-lembaga yang karena rutinitas atau segala bentuk kekurangan dari anggotanya, tidak cukup mampu untuk untuk melayankan pesan Injil. Karena inilah Gereja membutuhkan kesaksian akan harapan dan tekad kalian agar dapat memenuhi pelayanan misinya secara lebih baik.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Jangan merasa puas hanya dengan mengkritik secara pasif atau hanya dengan menunggu agar seseorang atau suatu lembaga menjadi lebih baik. Pergilah ke paroki-paroki, organisasi-organisasi pelajar, gerakan-gerakan dan komunitas-komunitas yang beragam dan dengan sabar bawalah ke sana segenap tenaga dan talenta yang telah kalian terima. Bawalah kepercayaan dan dukunglah para pelayan Gereja; mereka adalah para pelayan kalian dalam nama Yesus dan untuk itulah kalian memerlukan mereka. Gereja membutuhkan kehadiran dan keikutsertaan kalian. Jika kalian tetap berada di dalam Geraja maka tentu saja kalian akan mengalami masa-masa yang mengecewakan lantaran adanya perpecahan, ketegangan dan perasaan bersalah dari anggotanya; namun kalian akan menerima dari Kristus, yang adalah Kepala, Sabda Kebenaran, kehidupan-Nya dan hembusan kasih yang akan memampukan kalian untuk mengasihi-Nya dengan setia serta menjadikan hidup kalian bermakna dengan mempersembahkannya sebagai karunia sukacita bagi sesama. (&#8230;)&#8221;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah menyelesaikan sambutannya, Sri Paus berlutut sejenak untuk berdoa di tengah-tengah para bruder. Semua menyanyikan &#8220;Laudate omnes gentes, laudate Dominum&#8221; (&#8220;Pujilah semua bangsa, puji Tuhan kita&#8221;). Ketika semua kaum muda, baik yang di dalam Gereja maupun mereka yang berada di bawah tenda-tenda, terus menyanyi, Sri Paus beranjak menuju ke sakristi untuk bertemu dengan para bruder. Setelah menyalami mereka satu persatu, dia berkata kepada Komunitas.&lt;/p&gt;
&lt;h4 class=&#034;spip&#034;&gt;Hari ini kalian menjadi semakin muda&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Sri Paus mengingatkan para bruder bahwa dia secara pribadi telah mengenal Komunitas sejak lama: &#8220;Saya mengunjungi kalian ketika kalian masih muda. Namun hari ini kalian menjadi semakin lebih muda.&#8221; Dia kembali mengingat kunjungan Bruder Roger ke Polandia serta kata-katanya tentang Sang Perawan Maria dan pelayanan dari Gembala universal. Sehingga Yohanes Paulus II &#8220;dalam hatinya jelas merasa wajib untuk datang dan menemui kalian.&#8221; Menyinggung dua pertemuan kaum muda Eropa yang pernah dilaksanakan di Roma, Sri Paus menambahkan, &#8220;Roma senantiasa terbuka bagi kunjungan kalian bersama dengan para kaum muda.&#8221;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian Sri Paus meninggalkan sebuah pesan tertulis kepada Komunitas yang menyentuh para bruder secara mendalam. Bruder Roger kemudian akan memasukkan pesan ini ke dalam Sumber-sumber Taiz&#233;, buku yang merangkumkan gagasan-gagasan utama dari kehidupan bersama dalam Komunitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang tiba waktunya untuk pergi. Yohanes Paulus II melangkah keluar, menuju mobilnya, lalu tiba-tiba dia memutuskan untuk kembali ke dalam Gereja untuk menyampaikan salam selamat tinggal kepada para kaum muda untuk terakhir kalinya. &#8220;Sekarang saya akan pergi,&#8221; demikian katanya kepada mereka. &#8220;Dan dengan sedih hati. Namun Paus harus taat! karena dia punya banyak atasan!&#8221; Kata-katanya kemudian di sambut dengan tawa dan tepuk tangan dari para kaum muda, lalu nyanyian dimulai kembali seiring dengan keberangkatan Sri Paus.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>Musim semi yang mungil! Yohanes Paulus II di Taiz&#233;</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article2287.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article2287.html</guid>
		<dc:date>2005-06-03T14:43:24Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		<dc:creator>Andr&#233;</dc:creator>



		<description>Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Komunitas Taiz&#233; pada tanggal 5 Oktober 1986. Setealh doa bersama dengan semua orang yang hadir di bukit ini, Paus bertemu dengan para bruder dari Komunitas ini. Saudara-saudara terkasih, dalam pertemuan singkat yang penuh rasa kekeluargaan yang mesra ini, saya ingin menyampaikan kepada kalian ungkapan kasih sayang dan kepercayaan saya dengan kata-kata sederhana Paus Yohanes XXIII, yang sangat mengasihi kalian, ketika beliau menyalami Br. Roger pada suatu (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique1260.html" rel="directory"&gt;Pandangan Tentang Taiz&#233;&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_chapo'&gt;Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Komunitas Taiz&#233; pada tanggal 5 Oktober 1986. Setealh doa bersama dengan semua orang yang hadir di bukit ini, Paus bertemu dengan para bruder dari Komunitas ini.&lt;/div&gt;
		&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;Saudara-saudara terkasih, dalam pertemuan singkat yang penuh rasa kekeluargaan yang mesra ini, saya ingin menyampaikan kepada kalian ungkapan kasih sayang dan kepercayaan saya dengan kata-kata sederhana Paus Yohanes XXIII, yang sangat mengasihi kalian, ketika beliau menyalami Br. Roger pada suatu hari, &#034;Oh, Taiz&#233;, ya musim semi yang kecil mungil itu!&#034; Hasrat saya, semoga Tuhan menjaga kalian sebagai musim semi yang mekar dan senantiasa mungil, dalam suka cita Injil dan kebeningan cinta kasih persaudaraaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalian masing-masing datang ke sini untuk hidup dalam belas kasih Tuhan dan persekutuan saudara-saudara-Nya. Dalam menguduskan seluruh keberadaan kalian kepada Kristus demi cinta kasih kalian kepada-Nya, kalian menemukan kedua-duanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, selain itu, meskipun tidak kalian cari, kaum muda dari mana-mana telah kalian saksikan datang kepada kalian dalam jumlah beribu-ribu, karena tertarik oleh doa kalian dan kehidupan berkomunitas kalian. Bagaimana kita tidak akan berpikir bahwa kaum muda itu merupakan anugerah dan sarana yang diberikan Tuhan kepada kalian untuk menyemangati kalian agar tinggal bersama-sama, dalam kegembiraan dan kesegaran anugerah kalian, sebagai musim semi bagi semua orang yang mencari hidup yang sejati?&lt;/p&gt; &lt;dl class='img-tzart spip_document_613 spip_documents spip_documents_left'&gt; &lt;dt&gt;&lt;img class='act-img img-rounded' src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L320xH360/comm63a-ce763.jpg' alt='JPEG - 14.5 ko' width='320' height='360' /&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Sepanjang hari-hari kalian, bekerja, istirahat, berdoa, segala sesuatu dijiwai oleh Sabda Tuhan yang memenuhi kalian, yang menjaga kalian tetap kecil, dengan kata lain sebagai layaknya anak Bapa di surga, saudara dan pelayan semua orang dalam suka cita Sabda bahagia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak melupakan bahwa komunitas kalian, dalam panggilannya yang unik, asli dan dalam arti tertentu sementara, dapat menimbulkan keheranan, ketidak-pahaman, dan kecurigaan dari orang-orang yang kalian jumpai. Namun karena kalian dipenuhi hasrat besar agar semua orang Kristen rukun bersatu sepenuhnya dan didorong cinta kasih kepada Gereja, kalian akan mampu, saya yakin, untuk terus bersikap terbuka kepada kehendak Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan mendengarkan kritik-kritik dan saran-saran orang Kristenn dari berbagai Gereja dan jemaat Kristen dan memegang apa yang baik, dengan tetap terus berdialog dengan semua orang tetapi tidak ragu-ragu untuk menyatakan pengharapan-pengharapan serta rencana-rencana kalian, kalian tidak akan mengecewakan kaum muda, dan kalian akan menjadi alat untuk memastikan bahwa usaha yang diinginkan Kristus untuk mengembalikan kesatuan Tubuh-Nya yang terwujud dalam persatuan seutuhnya iman yang satu dan sama tidak akan pernah mengendor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalian tahu betapa ekumenisme saya pandang secara pribadi sebagai keharusan yang harus saya tunaikan, prioritas pastoral dalam pelayanan saya. Untuk itu saya mengandalkan doa kalian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hasrat kalian agar kalian sendiri menjadi 'komunitas perumpamaan', kalian akan membantu semua orang yang kalian jumpai untuk setia kepada Gereja yang mereka ikuti, buah dari pendidikan mereka dan pemilihan mereka sesuai dengan hati nurani, tetapi juga untuk semakin dalam memasuki misteri persatuan yang adalah Gereja menurut rencana Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berkat Karunia-Nya kepada Gereja-Nya, Kristus membebaskan daya-daya kekuatan cinta kasih dalam setiap orang Kristen dan memberi mereka hati yang universal untuk menjadi pencipta keadilan dan kedamaian, yang mampu dinyatakan dalam kontemplasi mereka, sebuah perjuangan menurut garis-garis Injil demi pembebasan manusia secara menyeluruh, setiap manusia dan seluruh manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara-saudara terkasih, saya berterima kasih kepada kalian karena telah mengundang saya dan dengan demikian memberi saya kesempatan untuk kembali ke Taiz&#233;. Semoga Tuhan memberkati kalian dan tetap menjaga kalian dalam damai sejahtara-Nya dan cinta kasih-Nya!&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		&lt;hr /&gt;
		&lt;div &lt;div class='rss_ps'&gt;&lt;p&gt;&#8220;Seseorang yang melewati Taiz&#233; seperti seseorang yang lewat mendekati sebuah sumber mata air. Penggembara itu berhenti sejenak, melepaskan dahaganya dan kemudian melanjutkan perjalanannya.&#8221;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yohanes Paulus II&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>Janji setia seumur hidup</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article924.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article924.html</guid>
		<dc:date>2004-09-01T16:18:51Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		<dc:creator>Andr&#233;</dc:creator>



		<description>Setelah melewati masa persiapan, seorang bruder baru di komunitas membuat janji setia seumur hidup. Berikut ini adalah kata-kata yang digunakan untuk mengungkapkan komitmen tersebut. Saudara yang terkasih, apa yang engkau inginkan? Belas kasih Allah dan komunitas para saudara Semoga Allah menyelesaikan dalam dirimu apa yang telah Ia mulai. Saudara, engkau percaya akan belas kasih Allah: ingatlah bahwa Kristus Tuhan kita datang untuk menolong kelemahan imanmu; dengan mengikatkan diri (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique397.html" rel="directory"&gt;Komunitas Taiz&#233;&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_chapo'&gt;Setelah melewati masa persiapan, seorang bruder baru di komunitas membuat janji setia seumur hidup. Berikut ini adalah kata-kata yang digunakan untuk mengungkapkan komitmen tersebut.&lt;/div&gt;
		&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;Saudara yang terkasih, apa yang engkau inginkan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Belas kasih Allah dan komunitas para saudara&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Allah menyelesaikan dalam dirimu apa yang telah Ia mulai. Saudara, engkau percaya akan belas kasih Allah: ingatlah bahwa Kristus Tuhan kita datang untuk menolong kelemahan imanmu; dengan mengikatkan diri denganmu, Ia menggenapi bagimu Janji-Nya: sesungguhnya, orang yang meninggalkan segalanya karena Kristus dan karena Injil tidak ada yang tidak akan menerima kembali seratus kali lipat pada saat ini juga - saudara laki-laki dan saudara perempuan dan ibu dan anak - penganiayaan, dan pada jaman yang akan datang hidup yang kekal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini adalah jalan yang bertentangan dengan akal sehat manusiawi; seperti Abraham, engkau hanya dapat menjalaninya dengan iman, bukan dengan pengelihatan, dengan selalu yakin bahwa barang siapa kehilangan nyawanya karena Kristus, ia akan mendapatkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mulai saat ini, berjalanlah di jalan Kristus. Janganlah khawatir akan hari esok. Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Serahkanlah dirimu, berikanlah dirimu dan takaran yang baik, dipadatkan, digoncang dan tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu; ukuran yang engkau gunakan untuk mengukur akan diukurkan kepadamu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah engkau bangun atau tidur, malam atau siang, kerinduan akan kepercayaan dalam Tuhan dan saudara-saudaramu akan bertumbuh dan menjadi lebih besar, dan engkau tidak mengetahui bagaimana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Minyakilah kepalamu dan basuhlah wajahmu sehingga hanya Bapamu yang ada di tempat tersembunyi mengetahui apa yang ada di dalam hatimu yang engkau inginkan. Hiduplah sederhana dan penuh kegembiraan, gembira karena belas kasih, gembira karena kasih persaudaraan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berjagalah. Jika engkau harus menegur seorang saudara, jagalah itu di antara kalian berdua. Berilah perhatian untuk membangung persaudaraan dengan sesamamu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terbukalah akan dirimu sendiri; ingatlah bahwa engkau memiliki saudara yang bertugas mendengarkan engkau. Berilah dia pemahaman sehingga ia dapat memenuhi tugas pelayanannya dengan gembira.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kristus Tuhan, dalam belas kasih dan cinta-Nya kepadamu, telah memilih engkau ada dalam Gereja sebagai tanda kasih persaudaraan. Adalah kehendak-Nya bahwa bersama dengan saudara-saudaramu engkau hidup sesuai dengan perumpamaan persatuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka janganlah menoleh ke belakang dan bergembiralah serta bersyukurlah tak terhingga, janganlah takut untuk bangun menyambut fajar pagi dengan memuji, memuliakan dan menyanyikan Kristus Tuhan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Terimalah aku, ya Kristus Tuhan, dan aku akan hidup; semoga pengharapanku menjadi sumber kegembiraan.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl class='img-tzart spip_document_614 spip_documents spip_documents_left'&gt; &lt;dt&gt;&lt;img class='act-img img-rounded' src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L360xH270/comm6a-c8d48.jpg' alt='JPEG - 11.3 ko' width='360' height='270' /&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Saudara, ingatlah bahwa Kristuslah yang memanggil engkau dan kepada-Nyalah engkau akan menjawab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena kasih Kristus, bersediakah engkau mempersembahkan seluruh hidupmu kepada-Nya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Saya bersedia&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bersediakah engkau memenuhi pelayananmu kepada Tuhan dalam komunitas kita, dan dalam persatuan dengan saudara-saudaramu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Saya bersedia&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bersediakah engkau menyangkal semua kepemilikan, hidup bersama dengan saudara-saudaramu tidak hanya dalam persekutuan barang-barang duniawi tetapi juga dalam persekutuan barang-barang rohani, berusaha keras untuk berhati terbuka?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Saya bersedia&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar menjadi lebih siap sedia melayani bersama dengan saudara-saudaramu, dan agar dapat memberikan dirimu sendiri dalam cinta yang utuh kepada Kristus, bersediakah engkau hidup selibat?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Saya bersedia&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar kita dapat sehati dan sebudi dan kesatuan pelayanan kita dapat sepenuhnya terwujud, bersediakah engkau menerima arah-arah komunitas yang diungkapkan oleh pelayan persatuan, dengan mengingat bahwa ia hanyalah seorang hamba yang hina dina dalam komunitas?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Saya bersedia&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bersediakah engkau selalu melihat Kristus di dalam diri saudara-saudaramu, menjaga mereka pada hari-hari yang baik dan yang tidak baik, dalam penderitaan dan dalam kegembiraan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Saa bersedia&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena Kristus dan Injil, dengan demikian engkau mulai sekarang adalah seorang saudara dari komunitas kami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga cincin ini menjadi tanda kesetiaan kita kepada Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		&lt;hr /&gt;
		&lt;div &lt;div class='rss_ps'&gt;&lt;p&gt;&#8220;Janganlah menoleh ke belakang dan bergembiralah serta bersyukurlah tak terhingga, janganlah takut untuk bangun menyambut fajar pagi&lt;br class='manualbr' /&gt;memuji&lt;br class='manualbr' /&gt;memuliakan&lt;br class='manualbr' /&gt;dan menyanyikan &lt;br class='manualbr' /&gt;Kristus Tuhan kita.&#8221;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Janji seumur hidup&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>



</channel>

</rss>
