<?xml
version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" 
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
>

<channel xml:lang="en">
	<title>Taiz&#233;</title>
	<link>https://archives.taize.fr/</link>
	
	<language>en</language>
	<generator>SPIP - www.spip.net</generator>
	<atom:link href="https://archives.taize.fr/spip.php?id_rubrique=401&amp;page=backend" rel="self" type="application/rss+xml" />

	<image>
		<title>Taiz&#233;</title>
		<url>https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L144xH96/siteon0-458eb.jpg</url>
		<link>https://archives.taize.fr/</link>
		<height>96</height>
		<width>144</width>
	</image>



<item xml:lang="id">
		<title>Renungan Alkitab Bulanan</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article5368.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article5368.html</guid>
		<dc:date>2026-05-31T22:00:00Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		


		<dc:subject>NoUpdateMention</dc:subject>
		<dc:subject>inc-biblemed</dc:subject>

		<description>Renungan-renungan Alkitab ini dimaksudkan sebagai sarana untuk berjumpa dengan Allah dalam keheningan dan doa ditengah segala kesibukan kita sehari-hari. Carilah waktu yang tepat untuk membaca bagian Alkitab beserta tafsiran singkatnya kemudian renungkanlah pertanyaan-pertanyaan yang ada. Selanjutnya, bersama dengan sekitar 3 hingga 10 orang, Anda bisa saling bertemu dalam kelompok kecil untuk saling membagikan hasil perenungan masing-masing dan jika memungkinkan pada akhir perbicangan bisa (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique401.html" rel="directory"&gt;Alkitab dan Iman&lt;/a&gt;

/ 
&lt;a href="https://archives.taize.fr/mot97.html" rel="tag"&gt;NoUpdateMention&lt;/a&gt;, 
&lt;a href="https://archives.taize.fr/mot142.html" rel="tag"&gt;inc-biblemed&lt;/a&gt;

		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_chapo'&gt;Renungan-renungan Alkitab ini dimaksudkan sebagai sarana untuk berjumpa dengan Allah dalam keheningan dan doa ditengah segala kesibukan kita sehari-hari. Carilah waktu yang tepat untuk membaca bagian Alkitab beserta tafsiran singkatnya kemudian renungkanlah pertanyaan-pertanyaan yang ada. Selanjutnya, bersama dengan sekitar 3 hingga 10 orang, Anda bisa saling bertemu dalam kelompok kecil untuk saling membagikan hasil perenungan masing-masing dan jika memungkinkan pada akhir perbicangan bisa diadakan doa bersama.&lt;/div&gt;
		&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;dl class='img-tzart spip_document_8091 spip_documents'&gt; &lt;dt&gt;&lt;img class='act-img img-rounded' src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L360xH240/0605sl5034-360-3857a.jpg' alt='JPEG - 31.8 ko' width='360' height='240' /&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		
		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>Keberanian untuk Berbelas Kasih</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article20335.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article20335.html</guid>
		<dc:date>2016-02-29T09:57:33Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		<dc:creator>Jean-Patrick</dc:creator>



		<description>Di Taiz&#233; sepanjang 2015, kami telah mengupayakan berbagai hal guna mewujudkan beraneka ragam bentuk solidaritas yang baru; sesuatu yang begitu mendesak untuk dilakukan saat ini. Di segala penjuru dunia, beraneka ragam penderitaan jenis baru &#8211; migrasi, ekologi, dan sosial &#8211; menjadi tantangan bersama bagi segenap umat beriman penganut berbagai agama, dan juga bagi mereka yang tidak menganut iman kepercayaan apapun. Kekerasan dengan senjata merupakan bencana perusak atas nama ideologi yang tak (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique1304.html" rel="directory"&gt;Surat dari Taiz&#233;:&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;Di Taiz&#233; sepanjang 2015, kami telah mengupayakan berbagai hal guna mewujudkan beraneka ragam bentuk solidaritas yang baru; sesuatu yang begitu mendesak untuk dilakukan saat ini. Di segala penjuru dunia, beraneka ragam penderitaan jenis baru &#8211; migrasi, ekologi, dan sosial &#8211; menjadi tantangan bersama bagi segenap umat beriman penganut berbagai agama, dan juga bagi mereka yang tidak menganut iman kepercayaan apapun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekerasan dengan senjata merupakan bencana perusak atas nama ideologi yang tak berperikemanusiaan. Berbekal pikiran jernih, kami ingin melanjutkan &#8220;peziarahan iman&#8221; sebagai sebuah upaya untuk menolak ketakutan yang dilahirkan oleh ketidakamanan. Terlebih-lebih bagi mereka yang menantikan &#8211; atau yang sudah menghidupi &#8211; solidaritas secara global, ada panggilan yang lebih mendesak supaya mereka saling mendukung satu sama lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat badai menerjang, rumah yang dibangun di atas batu akan tetap berdiri kokoh (Matius 7:24-25). Kita ingin membangun hidup kita atas dasar perkataan Kristus, dengan begitu batu kita akan mengandung beberapa kenyataan utama Injil, yang dapat dihayati semua orang: sukacita &#8211; kesederhanaan &#8211; belas kasih. Bruder Roger menempatkan ketiga hal tersebut di pusat kehidupan Komunitas Taiz&#233; kami; ketiganya memampukan Bruder Roger untuk terus bertahan, bahkan di masa-masa sulit. Beliau mencernanya supaya senantiasa menyatu dengan ketiga kenyataan Injil tersebut setiap hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga kata di atas akan menemani perjalanan kita hingga tiga tahun ke depan. Di 2016, kita memulainya dengan belas kasih, yang sejalan dengan Tahun Yubileum Kerahiman (Belas Kasih) Allah yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus.&lt;br class='autobr' /&gt;Injil memanggil kita supaya menjadi saksi atas belas kasih Allah. Berikut adalah lima usulan (proposal) guna menumbuhkan dalam diri kita keberanian untuk berbelas kasih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bruder Alois&lt;/p&gt;
&lt;hr class=&#034;spip&#034; /&gt; &lt;p&gt;Proposal Pertama&lt;br class='manualbr' /&gt;Memercayakan diri kepada Allah yang mengasihi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engkaulah Allah pengampun, pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Nehemia 9:17)&lt;br class='autobr' /&gt;Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. (Lukas 6:36)&lt;br class='autobr' /&gt;Menurut Alkitab, Allah itu murah hati, juga penuh belas kasih dan baik hati. Dengan mengisahkan perumpamaan ayah dan dua putranya (Lukas 15), Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kasih Allah tidaklah bergantung pada kebaikan yang dapat kita lakukan; kasih Allah dianugerahkan tanpa syarat. Sang ayah mengasihi putranya yang tetap setia sepanjang hidupnya. Demikian pula ayah tersebut mengulurkan tangannya kepada si anak yang telah meninggalkannya, meskipun putranya masih berada di kejauhan.&lt;br class='autobr' /&gt;Allah menciptakan umat manusia menurut gambar-Nya. Oleh karena itu &#8220;Kamu menjadi serupa dengan Allah saat memiliki kebaikan hati. Milikilah hati yang penuh belas kasih dan kemurahan supaya kamu serupa dengan Kristus&#8221; (St. Basil dari Kaesaria, abad keempat). &lt;br class='autobr' /&gt;Kasih Allah bukanlah sesaat saja, namun sepanjang masa. Dengan berbelas kasih, kita dapat menjadi cerminan kasih tersebut. Sebagai umat Kristen, bersama-sama dengan begitu banyak penganut agama lain, kita ingin mencurahkan perhatian supaya dapat menempatkan belas kasih dan kemurahan di pusat kehidupan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;++ Marilah kita sambut kasih Allah. Allah tidak pernah menutup pintu hati-Nya untuk kita dan kebaikan hati yang dapat diandalkan dari Allah adalah jaminan perlindungan yang tetap, terlebih saat berbagai kesalahan membuat langkah kita tersandung. Jika kita menjauh dari Allah, kita tidak perlu takut untuk berbalik dan percaya pada-Nya; Allah senantiasa menyambut kita. &lt;br class='autobr' /&gt;++ Janganlah kita menganggap doa sebagai pencarian yang melelahkan, namun justru menyambutnya sebagai sebuah kesempatan untuk berhenti dan bernafas, dimana saat itu Roh Kudus memenuhi kita dengan kasih Allah dan membuat kita mampu melanjutkan hidup yang penuh belas kasih.&lt;/p&gt;
&lt;hr class=&#034;spip&#034; /&gt; &lt;p&gt;Proposal Kedua&lt;br class='manualbr' /&gt;Mengampuni terus-menerus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu. (Kolose 3:12-13)&lt;br class='autobr' /&gt;Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: &#8220;Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?&#8221;. Yesus berkata kepadanya: &#8220;Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.&#8221; (Matius 18:21-22)&lt;br class='autobr' /&gt;Pengampunan Allah tidaklah pernah kurang. Di sepanjang hidup-Nya dan bahkan di kayu salib, Yesus mengampuni; Ia menolak menghukum orang.&lt;br class='autobr' /&gt;Mengetahui bahwa kita telah diampuni dan selanjutnya kita mengampuni orang lain &#8211; ini merupakan salah satu sukacita yang paling membebaskan. Inilah sumber kedamaian batin yang Kristus ingin sampaikan kepada kita.&lt;br class='autobr' /&gt;Gereja, yang merupakan kumpulan jemaat yang mengasihi Kristus, terpanggil untuk memberikan dirinya agar diubahkan oleh belas kasih. &#8220;Ketika Gereja mendengarkan, menyembuhkan dan mendamaikan, ia menampakkan dirinya secara nyata &#8211; persekutuan dengan dasar kasih, belas kasih, dan penghiburan, serta sebuah cerminan nyata dari Kristus yang Bangkit. Tidak pernah menjauhkan diri, tidak pernah bersikap ingin membela diri, dan merasa terbebas dari segala bentuk kekerasan, semuanya itu akan membuat keyakinan sederhana akan iman kepercayaan mampu memancar di kedalaman lubuk hati kita.&#8221; (Bruder Roger)&lt;br class='autobr' /&gt;Perintah Allah tentang pengampunan tidak dapat digunakan untuk membenarkan berbagai tindakan kejahatan atau ketidakadilan. Justru sebaliknya, perintah tersebut lebih membebaskan kita untuk mengakui berbagai kekurangan kita, termasuk beraneka ragam kekurangan dan ketidakadilan di sekitar kita dan di dunia ini. Hendaklah kita menjadikan segalanya benar.&lt;br class='autobr' /&gt;++ Marilah kita belajar mengampuni &#8211; meskipun harus tujuh puluh kali tujuh kali. Meski lukanya begitu dalam, kita dapat berusaha dan melangkah setapak demi setapak. Hasrat untuk mengampuni bisa saja terhalang oleh berbagai ketidakadilan yang pernah dialami, sebelum akhirnya menyembul keluar. &lt;br class='autobr' /&gt;++ Kita dapat menunjukkan bahwa Gereja merupakan sebuah komunitas yang berbelas kasih dengan bersikap terbuka dan tidak pilih kasih kepada orang-orang di sekitar kita, dengan memperlihatkan keramahtamahan, dengan menahan diri untuk menghakimi orang lain secara membabi-buta, dengan membela kaum tertindas, dengan menempa hati yang pemurah dan yang dapat merengkuh semua orang&#8230;&lt;/p&gt;
&lt;hr class=&#034;spip&#034; /&gt; &lt;p&gt;Proposal Ketiga&lt;br class='manualbr' /&gt;Mendekatkan diri pada penderitaan, sendirian atau bersama beberapa orang lain&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. (Yesaya 58:10)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? (1 Yohanes 3:17)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ikon Belas Kasih memerlihatkan Kristus yang memandang kita dengan penuh kasih dan menceritakan kepada kita kisah Orang Samaria yang Murah Hati (Lukas 10): seorang pria dibiarkan hampir mati di pinggir jalan; seorang imam dan seorang Lewi lewat dan melanjutkan perjalanannya; seorang asing, yang berasal dari daerah Samaria, mendekati pria yang terluka tersebut, merawatnya, dan membawanya ke sebuah penginapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belas kasih membuka pintu hati kita terhadap kesukaran yang dialami orang lain, terhadap berbagai bentuk penderitaan yang tersembunyi, terhadap kemiskinan materi, juga terhadap beraneka ragam kesengsaraan: anak yang mengalami kesulitan hidup, keluarga yang dibelit masalah, orang yang tidak punya tempat tinggal, anak muda yang tidak melihat makna hidupnya, perempuan maupun pria lanjut usia yang hidup sendirian, orang yang hidup dalam pengasingan &#8211; termasuk mereka yang tidak dapat mengenyam pendidikan, seni, atau budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam diri kaum miskin, Kristus sendiri yang mengharapkan sikap belas kasih kita dan berkata kepada kita, &#8220;Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan&#8221; (Matius 25). &#8220;Karena berbelas kasih, Kristus menanggung segala penderitaan umat manusia. Dengan segala kebaikan hati-Nya, secara tak terselami Kristus mengalami penderitaan yang dialami setiap orang sampai akhir zaman.&#8221; (Maximus dari Konstantinopel, abad ketujuh).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat kita terluka dalam pencobaan, Kristus merawat kita. Wajah kasih-Nya menampakkan diri lewat orang yang mendatangi kita, terkadang melalui orang yang tidak dianggap seperti orang asing dalam perumpamaan tersebut, yaitu Orang Samaria.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;++ Mari memberanikan diri mendekati, sendirian atau bersama beberapa orang lain, penderitaan yang ada di sekitar kita, di sepanjang jalan hidup kita. Belas kasih bukanlah sikap untuk menunjukkan rasa haru, melainkan sebuah keharusan; belas kasih tidak ada batasnya. Hukum mengatur batasan yang jelas terhadap sebuah kewajiban, namun belas kasih tak pernah berkata, &#8220;Cukup, saya sudah menyelesaikan tugas saya.&#8221;&lt;/p&gt;
&lt;hr class=&#034;spip&#034; /&gt; &lt;p&gt;Proposal Keempat&lt;br class='manualbr' /&gt;Meluaskan belas kasih ke dimensi sosialnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi. (Yeremia 9:23)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?&#8221; (Mikha 6:8)&lt;br class='autobr' /&gt;Di dalam lubuk hati Allah, seluruh umat manusia merupakan satu kesatuan keluarga. Oleh karena itu, belas kasih bisa meluas hingga ke berbagai rupa dimensi. &lt;br class='autobr' /&gt;Supaya solidaritas di seluruh dunia menjadi kenyataan sangat diperlukan upaya untuk memperkuat berbagai lembaga internasional yang menetapkan peraturan secara demokratis guna memastikan keadilan yang lebih besar dan memelihara perdamaian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hutang dari negara-negara miskin sering kali disebabkan oleh negara-negara atau perusahaan-perusahaan yang lebih kuat berkuasa, yang mengeksploitasi berbagai sumber daya milik negara-negara miskin tersebut. Meskipun sepertinya tidak mungkin bagi kita untuk mengubahnya, kita dapat mengingat bahwa memberikan pengampunan atas hutang tersebut adalah satu cara untuk memulihkan keadilan. Pada konteks tertentu yang berbeda dari konteks saat ini, Alkitab mengingatkan kita, &#8220;Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu.&#8221; (Imamat 25:35)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di berbagai belahan dunia banyak perempuan, laki-laki, dan anak-anak dipaksa meninggalkan tanah kelahiran mereka. Kejadian buruk yang mereka alami membangkitkan motivasi yang lebih gigih dibandingkan segala hambatan yang mungkin ada. Negara-negara kaya harus sadar bahwa mereka punya tanggungjawab terhadap luka derita dari sejarah yang telah menyebabkan migrasi besar-besaran, terutama migrasi dari Afrika dan Timur Tengah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;++ Penting untuk disadari bahwa, meskipun arus pengungsi dan migran melahirkan berbagai masalah yang rumit, hal tersebut bisa menjadi kesempatan yang positif. Orang-orang yang mendatangi negara-negara yang lebih kaya itu dapat mengilhami negara-negara tersebut untuk dapat hidup dalam solidaritas dengan mereka. Tidakkah mereka ingin menolong supaya memperoleh semangat hidup baru? Dengan menyelesaikan bersama-sama segala tantangan yang diakibatkan oleh arus migran, negara-negara dalam Komunitas Eropa dapat meraih kembali dinamika hidup yang telah hilang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;++ Kita perlu mengatasi rasa takut terhadap orang asing dan terhadap perbedaan budaya. Ketakutan seperti itu dapat dimengerti &#8211; mereka yang membantu menerima dengan tulus hati para migran tersebut kadangkala sungguh-sungguh kelelahan. Namun demikian, ketakutan tidak akan pernah hilang hanya dengan mengunci diri kita di balik tembok, tapi justru dengan mendatangi mereka yang belum kita kenal. Alih-alih melihat dalam diri orang asing tersebut adanya ancaman terhadap standar hidup kita ataupun budaya kita, bukankah lebih mendesak untuk saling menerima satu sama lain sebagai anggota keluarga umat manusia yang satu dan sama?&lt;/p&gt;
&lt;hr class=&#034;spip&#034; /&gt; &lt;p&gt;Proposal Kelima&lt;br class='manualbr' /&gt;Belas kasih bagi seluruh ciptaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah. (Keluaran 23:12)&lt;br class='autobr' /&gt;Enam tahunlah lamanya engkau menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja. (Keluaran 23:10)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejalan dengan berjalannya waktu, Alkitab mengingatkan kita untuk meluaskan belas kasih kita kepada lingkungan, untuk menghormati semua makhluk hidup, untuk mengolah tanah dengan bijaksana. Seorang Kristen dari Mesopotamia menulis, &#8220;Hati yang penuh belas kasih takkan tega menyaksikan sekecil apapun yang membahayakan dan menyedihkan di antara ciptaan.&#8221; (St. Isaac dari Suriah, abad ketujuh)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Korban utama dari bencana ekologi umumnya adalah orang-orang yang sangat miskin. Efek perubahan iklim sudah memaksa banyak orang meninggalkan tempat tinggal mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bumi ini milik Allah; umat manusia menerimanya sebagai hadiah. Kita diberi amanat dengan tanggungjawab yang besar sekali: untuk memelihara planet ini, bukan untuk memboroskan segala sumberdaya alamnya. Bumi ini terbatas, dan manusia pun perlu mengakui batas-batas mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bumi ini merupakan tempat tinggal bersama dan saat ini ia sedang menderita. Tidak boleh ada sikap masa bodoh saat menghadapi bencana lingkungan, hilangnya seluruh spesies, ancaman terhadap keanekaragaman hayati, atau penggundulan hutan secara besar-besaran di beberapa bagian tertentu bumi ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;++ Bagaimana kita dapat mengungkapkan solidaritas kita dengan seluruh ciptaan? Dengan membuat keputusan yang memengaruhi hidup kita sehari-hari, dengan memberi perhatian serius pada berbagai kegiatan kita sebagai konsumen atau masyarakat, dengan membuat pilihan secara sadar demi gaya hidup yang sederhana. Menyederhanakan cara hidup kita dapat menjadi sumber sukacita. Ada orang yang berinisiatif melakukan puasa demi iklim dan demi keadilan pada hari pertama setiap bulan. Mengambil langkah-langkah tersebut guna menunjukkan belas kasih Allah bagi segala sesuatu yang menyangkut tempat tinggal bersama milik kita, yaitu Bumi, bukanlah sesuatu yang bersifat pilihan; ini merupakan sebuah syarat supaya dapat hidup bahagia di bumi ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class='img-tzart spip_document_10020'&gt; &lt;img class='img-rounded img-fluid' src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L500xH334/1508wk7117tz-642-2-4e32a.jpg' alt=&#034;&#034; width='500' height='334' /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		&lt;hr /&gt;
		&lt;div &lt;div class='rss_ps'&gt;&lt;p&gt;&lt;span class=&#034;csfoo htmla&#034;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;dl class='spip_document_10292 spip_documents spip_documents_left' style='float:left;'&gt;
&lt;dt&gt;&lt;a href='https://archives.taize.fr/IMG/pdf/surat_2016_-_keberanian_untuk_berbelas_kasih.pdf' title='PDF - 44.9 ko' type=&#034;application/pdf&#034;&gt;&lt;img src='https://archives.taize.fr/plugins-dist/medias/prive/vignettes/pdf.png' width='52' height='52' alt='PDF - 44.9 ko' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;dt class='crayon document-titre-10292 spip_doc_titre' style='width:120px;'&gt;&lt;strong&gt;2016_Keberanian untuk Berbelas Kasih&lt;/strong&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt;
&lt;p&gt;&lt;span class=&#034;csfoo htmlb&#034;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>&#8220;Mencari persekutuan yang nyata di antara semua yang mengasihi Kristus&#8221;</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article16529.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article16529.html</guid>
		<dc:date>2014-03-14T14:50:03Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		<dc:creator>Jean-Patrick</dc:creator>



		<description>The Letter &#8220;Towards a New Solidarity&#8221;, continues to be the basis of the common journey that is leading us by stages to 2015. It commits us for the coming year to &#8220;seeking visible communion among all who love Christ.&#8221; Here are four proposals to join in this search.

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique1304.html" rel="directory"&gt;Surat dari Taiz&#233;:&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_chapo'&gt;The Letter &lt;a href='https://archives.taize.fr/en_article13236.html' class='spip_in' hreflang='en'&gt;&#8220;Towards a New Solidarity&#8221;&lt;/a&gt;, continues to be the basis of the common journey that is leading us by stages to 2015. It commits us for the coming year to &#8220;seeking visible communion among all who love Christ.&#8221; Here are four proposals to join in this search.&lt;/div&gt;
		&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;dl class='spip_document_8902 spip_documents spip_documents_left' style='float:left;'&gt;
&lt;dt&gt;&lt;a href='https://archives.taize.fr/IMG/pdf/4_proposals_bahasa_ind_2014.pdf' title='PDF - 59.2 ko' type=&#034;application/pdf&#034;&gt;&lt;img src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L52xH52/pdf-39070.png' width='52' height='52' alt='PDF - 59.2 ko' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>Surat dari Chili</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article12299.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article12299.html</guid>
		<dc:date>2011-04-23T08:50:45Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		<dc:creator>Andr&#225;s</dc:creator>



		<description>

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique1304.html" rel="directory"&gt;Surat dari Taiz&#233;:&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;dl class='spip_document_6282 spip_documents spip_documents_left' style='float:left;'&gt;
&lt;dt&gt;&lt;a href='https://archives.taize.fr/IMG/pdf/idletter-2.pdf' title='PDF - 448.3 ko' type=&#034;application/pdf&#034;&gt;&lt;img src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L52xH52/pdf-39070.png' width='52' height='52' alt='PDF - 448.3 ko' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>Bacaan sehari-hari</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article11573.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article11573.html</guid>
		<dc:date>2011-01-09T13:58:01Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		<dc:creator>Andr&#233;, webadmin</dc:creator>


		<dc:subject>NoUpdateMention</dc:subject>
		<dc:subject>inc-readings</dc:subject>
		<dc:subject>readingrss.php</dc:subject>

		<description>Bacaan-bacaan singkat ini adalah yang dibaca, setiap hari, pada saat doa komunitas di Taiz&#233;. Referensi Alkitab memberikan indikasi kutipan yang sedikit lebih panjang.

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique401.html" rel="directory"&gt;Alkitab dan Iman&lt;/a&gt;

/ 
&lt;a href="https://archives.taize.fr/mot97.html" rel="tag"&gt;NoUpdateMention&lt;/a&gt;, 
&lt;a href="https://archives.taize.fr/mot139.html" rel="tag"&gt;inc-readings&lt;/a&gt;, 
&lt;a href="https://archives.taize.fr/mot162.html" rel="tag"&gt;readingrss.php&lt;/a&gt;

		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_chapo'&gt;Bacaan-bacaan singkat ini adalah yang dibaca, setiap hari, pada saat doa komunitas di Taiz&#233;. Referensi Alkitab memberikan indikasi kutipan yang sedikit lebih panjang.&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>Kanak-kanak: Apakah artinya &#8220;menyambut Kerajaan Allah sebagaimana layaknya kanak-kanak&#034;?</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article10097.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article10097.html</guid>
		<dc:date>2010-04-27T14:32:09Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		



		<description>Suatu hari, orang-orang membawa kanak-kanak kepada Yesus agar Dia dapat memberkati mereka. Para murid merasa tidak senang. Yesus marah dan menyuruh mereka untuk membiarkan kanak-kanak itu datang kepadaNya. Kemudian Dia berkata, &#034;Barang siapa tidak menyambut Kerajaan Allah sebagaimana layaknya seorang anak kecil maka dia tidak akan dapat memasukinya&#034; (Markus 10:13-16). Penting untuk diingat bahwa sebelumnya Yesus telah mengatakan kepada para muridNya bahwa, &#8220;Misteri Kerajaan Allah telah (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique1352.html" rel="directory"&gt;Tulisan-tulisan singkat dari Taiz&#233;&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;Suatu hari, orang-orang membawa kanak-kanak kepada Yesus agar Dia dapat memberkati mereka. Para murid merasa tidak senang. Yesus marah dan menyuruh mereka untuk membiarkan kanak-kanak itu datang kepadaNya. Kemudian Dia berkata, &#034;Barang siapa tidak menyambut Kerajaan Allah sebagaimana layaknya seorang anak kecil maka dia tidak akan dapat memasukinya&#034; (Markus 10:13-16).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penting untuk diingat bahwa sebelumnya Yesus telah mengatakan kepada para muridNya bahwa, &#8220;Misteri Kerajaan Allah telah dipercayakan kepadamu&#8221; (Markus 4:11). Karena Kerajaan Allah pula, mereka telah meninggalkan segala sesuatunya dan mengikuti Yesus. Mereka mencari kehadiran Allah; mereka ingin menjadi bagian dari KerajaanNya. Namun sekarang Yesus memperingatkan mereka bahwa dengan menolak kanak-kanak, mereka sebenarnya sedang menutup satu-satunya jalan masuk ke dalam Kerajaan Allah yang sangat mereka harapkan.!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun apakah artinya &#8220;menyambut Kerajaan Allah sebagaimana layaknya kanak-kanak&#8221;? Secara umum kita mengartikannya sebagai &#8220;menyambut Kerajaan Allah sebagaimana layaknya kanak-kanak menyambutnya.&#8221; Pemaknaan ini sejalan dengan beberapa kata yang disampaikan Yesus dalam Injil Matius: &#8220;Jika engkau tidak mengubah hatimu dan menjadi seperti kanak-kanak maka engkau tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga&#8221; (Matius 18:3). Rasa percaya sepenuhnya kanak-kanak adalah tanpa syarat dan tanpa pikir panjang. Kanak-kanak tidak dapat hidup tanpa mempercayai mereka yang ada di sekeliling mereka. Kepercayaan mereka bukanlah sebuah kebajikan; rasa percaya mereka merupakan kenyataan yang hidup. Untuk berjumpa dengan Allah, hal terbaik yang kita miliki adalah hati sebagai layaknya kanak-kanak yang terbuka secara spontan, hati yang berani untuk bertanya apa adanya dan hati yang ingin mengasihi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun kalimat ini juga dapat bermakna: &#8220;menyambut Kerajaan Allah sebagaimana kita menyambut kanak-kanak.&#8221; Kata kerja &#8220;menyambut&#8221; yang digunakan dalam kalimat ini secara umum memiliki makna khusus, yaitu &#8220;menyambut seseorang,&#8221; sebagaimana dapat dilihat kemudian saat Yesus berbicara tentang &#8220;menyambut kanak-kanak&#8221; (Markus 9:37). Dalam hal ini, Yesus akan membandingkan antara menyambut kehadiran Allah dengan penyambutan seorang kanak-kanak. Inilah rahasia keterkaitan antara Kerajaan Allah dan seorang kanak-kanak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menyambut seorang kanak-kanak berarti menyambut sebuah janji. Seorang anak tumbuh dan berkembang. Dalam hal yang sama, Kerajaan Allah di bumi bukanlah sebuah kenyataan yang sudah lengkap terjadi tapi justru merupakan sebuah janji, sebuah dinamisme dan proses perkembangan yang sedang terjadi. Dan kanak-kanak sungguh tak terduga. Dalam Injil, mereka datang di saat yang mereka inginkan dan datang pada saat di mana para murid tidak menginginkannya. Namun Yesus menekankan bahwa mereka harus disambut sebagaimana adanya mereka. Di saat yang sama, kita harus menyambut kehadiran Allah saat kehadiran Allah menampakkan diri, baik di saat yang tepat atau tidak. Kita harus memainkan permainan ini. Menyambut Kerajaan Allah sebagaimana kita menyambut seorang kanak-kanak bermakna senantiasa berjaga-jaga dan berdoa agar kita dapat menyambutnya saat Kerajaan Allah datang. Kerajaan Allah datang tak terduga, baik dalam kesempatan yang baik atau tidak.&lt;/p&gt;
&lt;h3 class=&#034;spip&#034;&gt;Mengapa Yesus begitu perhatian kepada kanak-kanak?&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Suatu hari, dua belas rasul berdebat tentang siapa yang teragung (Markus 9:33-37). Yesus menerka apa yang sedang mereka perbincangkan dan mengatakan beberapa kata yang mengejutkan dan menjungkir balikkan segala yang mereka pikirkan dan membuat mereka bertanya-tanya: &#8220;Jika seseorang ingin menjadi yang pertama maka mereka harus menjadi yang terakhir dan menjadi hamba dari semuanya.&#8221;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yesus kemudian melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang dikatakanNya. Dia mencari seorang kanak-kanak. Tidak penting apakah dia seorang kanak-kanak terlantar di sebuah jalanan di pojok kota Kapernaum? Dia mengambil seorang anak, menempatkannya di tengah-tengah para rasul yang kemudian akan menjadi cikal bakal pemimpin-pemimpin Gereja dan berkata kepada mereka, &#8220;Siapapun yang menyambut seorang anak dalam namaku, mereka juga menyambutku.&#8221; Yesus menyamakan dirinya dengan kanak-kanak yang diambilNya dan didekapNya. Dia menyatakan bahwa &#8220;seorang kanak-kanak seperti ini&#8221; mewakili diriNya secara tepat, sehingga menyambut seorang kanak-kanak seperti itu sama artinya dengan menyambut Kristus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesaat sebelum ini, Yesus menyampaikan kata-kata penuh teka-teki ini: &#8220;Anak Manusia diserahkan kepada tangan-tangan manusia&#8221; (Markus 9:31). &#8220;Anak Manusia&#8221; adalah Yesus sendiri, dan di saat yang sama juga bermakna semua &#8220;anak-anak manusia&#8221;, dengan kata lain semua umat manusia. Kata-kata Yesus dapat dapat dimaknai sebagai: &#8220;umat manusia diserahkan kepada kekuasaan sesama manusia yang lain.&#8221; Secara khusus saat Yesus ditangkap dan disesah, sekali lagi menjadi jelas bahwa manusia memperlakukan sesamanya yang tidak berdaya dan lemah sesuai dengan semena-mena. Oleh karena itu tidaklah mengejutkan bahwa Yesus menempatkan diriNya dalam diri seorang anak yang dicariNya, karena kanak-kanak sering kali tunduk pada belas kasih mereka yang lebih berkuasa dari pada mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yesus memberikan perhatian khusus kepada kanak-kanak karena Dia menginginkan pengikutNya untuk memberi perhatian kepada mereka yang miskin dan tak berdaya. Hingga akhir jaman orang-orang seperti ini akan senantiasa menjadi wakil Kristus di bumi. Apa yang kita lakukan kepada mereka, berarti juga melakukannya kepada Kristus (Matius 25:40). Mereka yang &#8220;termiskin dari saudara-saudaraKu&#8221;, mereka yang tak terperhatikan dan yang diperlakukan tanpa perlindungan hukum karena mereka tidak memiliki kuasa atau kewibawaan adalah jalan yang harus diambil agar suapaya dapat hidup dalam eprsekutuan denganNya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika Yesus menempatkan seorang kanak-kanak di tengah-tengah para murid yang sedang berhimpun, juga bermakna bahwa mereka setuju untuk menjadi kecil. Dia menjelaskan hal ini kepada mereka dalam pengajaranNya: &#8220;Barang siapa memberimu segelas air karena engkau adalah milik Kristus, maka sebenarnya mereka tidaklah kehilangan imbalannya&#8221; (Markus 9:41). Berjalan di jalan dunia untuk mengabarkan Kerajaan Allah maka para rasul juga akan &#8220;diserahkan kepada tangan-tangan manusia&#8221;. Mereka tidak akan pernah tahu sebelumnya bagaimana mereka akan disambut. Namun orang-orang yang menyambut mereka hanya dengan segelas air dingin, tanpa memperhatikannya dengan sungguh-sungguh, telah menjadi pembawa kehadiran Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surat dari Taiz&#233;: 2006/2&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>Baptisan</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article10096.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article10096.html</guid>
		<dc:date>2010-04-15T20:51:19Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		



		<description>Apakah Baptisan penting untuk memasuki kehidupan kristiani? Untuk memahami sepenuhnya makna baptisan maka penting untuk melihat bagaimana baptisan itu sendiri diterapkan oleh murid-murid pertama Kristus. Selama perayaan Pentakosta mula-mula, mereka yang mendengarkan Petrus merasa &#034;kecil hati&#034; saat mereka menyadari tidak mampu melihat Yesus sebagai &#034;Yang diutus oleh Allah&#034;. Dengan penuh penyesalan, mereka kemudian bertanya kepada Petrus, &#034;Apakah yang harus kami lakukan?&#034; dan Petrus (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique1352.html" rel="directory"&gt;Tulisan-tulisan singkat dari Taiz&#233;&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;h4 class=&#034;spip&#034;&gt;Apakah Baptisan penting untuk memasuki kehidupan kristiani?&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Untuk memahami sepenuhnya makna baptisan maka penting untuk melihat bagaimana baptisan itu sendiri diterapkan oleh murid-murid pertama Kristus. Selama perayaan Pentakosta mula-mula, mereka yang mendengarkan Petrus merasa &#034;kecil hati&#034; saat mereka menyadari tidak mampu melihat Yesus sebagai &#034;Yang diutus oleh Allah&#034;. Dengan penuh penyesalan, mereka kemudian bertanya kepada Petrus, &#034;Apakah yang harus kami lakukan?&#034; dan Petrus menjawab, &#034;Ubahkan hatimu dan biarkanlah dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk mendapatkan pengampunan akan dosa-dosamu dan kalian akan menerima karunia Roh Kudus&#034; (Kisah Rasul 2:37-38). Di satu sisi baptisan mengungkapkan &lt;i&gt;metanoia&lt;/i&gt;, perubahan mendasar atas pola berpikir setelah mengalami perjumpaan dengan Allah dan di sisi lain penyambutan akan Roh Kudus yang mengubahkan umat manusia menjadi ciptaan-ciptaan baru (lihat 2 Korintus 5:17). Hal tersebut mengubahkan penyesalan tanpa makna ke sebuah pertobatan yang menjadi pintu masuk ke dalam kehidupan dalam persekutuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih dari hanya sekedar ritus inisiasi yang menandai seseorang yang masuk ke dalam salah satu komunitas tertentu, baptisan menekankan pada perubahan secara mendasar dari diri manusia oleh Nafas Allah. Dalam makna tertentu, Pentakosta yang terus meneruslah yang membangun Gereja di segala jaman. (Janganlah lupa bahwa di Gereja mula-mula, sebagaimana yang hingga hari ini diterapkan dalam Gereja-gereja di Timur bahwa baptisan tidak dipisahkan dengan pengakuan iman.) Dengan membuka hati mereka kepada pembaharuan Allah, umat terbaptis menyambut benih Kehidupan yang akan mengubahkan mereka dan memampukan mereka untuk hidup di jalan yang baru. (lihat 1 Petrus 1:22-23).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena kehidupan pada dasarnya merupakan kehidupan bersama dengan yang lain, dengan sendirinya kehiudpan memiliki aspek luaran. Perubahan hati tetap menjadi hal inti namun pengungkapannya dilakukan secara nyata dan kasat mata bagi sesama manusia lainnya, sehingga perubahan jalan kehidupan dapat terlihat jelas. Sejak saat itu seseorang menjadi bagian dari sebuah komunitas doa dan sebuah kelompok untuk saling berbagi dan memiliki pandangan yang mendunia. (lihat Kisah Rasul 2:42-47). &#8220;Barang siapa tidak dapat mengasihi saudara-saudara yang dapat mereka lihat,&#8221; tulis Santo Yohanes, &#8220;tidak dapat mengasihi Allah yang tidak dapat mereka lihat.&#8221; (1 Yohanes 4:20). Kasih ini tidaklah serta-merta sebuah perasaan namun kehidupan yang dihayati bersama sesama yang lain dan yang membuat persekutuan kita dengan Allah yang tidak kelihatan menjadi kenyataan yang dihayati. Oleh karena itu baptisan juga merupakan tindakan yang terbuka secara umum di mana komunitas umat percaya menyambut seorang anggota baru dalam pangkuannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah menginginkan kehidupan yang penuh bagi kita sekalian dan kita memiliki jalan masuk ke dalam kehidupan melalui AnakNya (lihat 1 Yohanes 5:11). Yesus adalah jawaban &#034;ya&#034; dari Allah kepada kita. Melalui baptisan, Kristus menghubungkan kita dengan jawaban &#034;ya&#034; yang diungkapkanNya, jawaban yang kemudian sebaliknya menjadi jawaban yang kita ungkapkan kepada Allah (lihat 2 Korintus 1:19-20). &#034;Ya&#034; yang kita ungkapkan pada saat baptisan kita ini selanjutnya terwujud secara nyata dalam setiap pilihan yang kita buat dalam kehidupan agar supaya dapat menghayati iman kita. Dalam pada itu dapat dikatakan bahwa keseluruhan kehidupan Kristiani tidak lain adalah sebuah penemuan yang berkelanjutan dari segenap sisi jawaban &#034;ya&#034; dari baptisan kita. Mereka yang dibaptis pada usia muda dan yang tanggung jawab imannya dipegang oleh mereka yang lebih dewasa serta mereka yang secara mandiri mengambil langkah untuk menerima sakramen, sama-sama diundang untuk menterjemahkan makna baptisan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini dilakukan secara terus-menerus melangkahkan kaki mengikuti jejak Kristus.&lt;/p&gt;
&lt;h4 class=&#034;spip&#034;&gt;Bagaimanakah kaitan baptisan Yesus dengan baptisan kita?&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Menjelang jaman Kristen, di Palestina ada seorang manusia beriman yang bernama Yohanes. Dia mengabarkan kedatangan Allah dalam waktu dekat untuk mengubahkan dunia secara radikal, dan dia memanggil umat percaya untuk melakukan sebuah tindakan nyata untuk mempersiapkan kedatanganNya ini. Dengan menyelam ke dalam air sungai Yordan, mereka mengungkapkan kebutuhan mereka akan pengampunan dan kesiapan mereka untuk mengubah tingkah laku mereka agar dapat menyambut Allah yang segera hadir. Namun Yohanes menjelaskan bahwa tindakan ini hanyalah persiapan: seorang yang lain, yang lebih berkuasa darinya, akan datang untuk &#034;membaptis dalam Roh Kudus dan api&#034; (Matius 3:11).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat kedatanganNya, Kristus tidak meminta kepada Allah untuk menurunkan api dari surga melainkan meminta kepada Yohanes, yang dalam keterkejutannya, untuk membaptiskanNya (lihat Matius 3:14). Dia berkeyakinan bahwa tempatnya adalah berada di tengah umat, berada dalam kesetiakawanan dengan mereka yang peka dengan kesalahan-kesalahan mereka. Dengan jalan ini dia mengungkapkan kenyataan bahwa Allah tidak ingin membebaskan kita dari sebuah kehidupan yang semu tanpa terlebih dahulu melibatkan diri secara sepenuhnya dalam kehidupan itu. Saat Dia membiarkan diriNya diselamkan ke dalam air, Yesus mengungkapkan keinginanNya untuk masuk ke dalam kondisi kemanusiaan yang paling rendah agar supaya dapat membukanya secara batiniah kepada cahaya Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka kemudian, &#8220;Kematian&#8221; ini dikuti oleh sebuah &#8220;kebangkitan.&#8221; &#8220;Saat keluar dari air, dia melihat surga terbelah dan Roh turun keatasNya&#8221; (Markus 1:10). Tembok antara kemanusiaan dan Allah terpecahkan, Allah sekali lagi berada bersama dengan umat manusia. Dalam terang Kitab-kitab Yahudi, kata-kata dari Sang Bapa datang untuk mengungkapkan hubunganNya dengan Yesus dan juga misi yang diberikanNya kepada Sang Anak untuk menyebarluaskan hubungan ini kepada mereka yang lain. Dimulai dari kemanusiaan Kristus, Roh Pencipta sedang memperbaharui muka bumi dan memampukannya untuk masuk ke dalam persekutuan dengan Allah yang abadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidaklah salah jika kita melihat baptisan kita sebagai tindakan di mana Kristus meletakkan lengannya di pundak kita dan membawa kita sertaNya ke dalam ruangan yang ditandai oleh baptisanNya sendiri. Kita wafat bersamaNya dalam keberadaan yang ditandai dengan kemapanan semu dan keterkucilan, agar kita dapat memasuki kehidupan baru, kehidupan dalam persekutuan (lihat Roma 6:3-6). Ditemani oleh Yesus kita mendengar Sang Bapa mengalamatkan kata-kata cahaya berikut, &#8220;Engkau adalah PutraKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan&#8221; (Markus 1:11). Putra dan Putri di dalam Sang Anak, sejak saat itu kita dapat melanjutkan misi Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari, menjadi saksi dari Kerajaan Allah yang sedang datang dan memasuki dunia kita dan mengubahkannya dari dalam. Dalam satu kata, baptisan menghadirkan Tubuh Kristus dalam diri kita. Dengan mnyelamkan segenap kelemahan kita dan bahkan segala penolakan kita dalam aliran air pengampunan Ilahi, baptisan kita membuka sebuah ruang di mana hanya Allah sendiri yang dapat menghadirkan diriNya, melalui diri kita, di tengah-tengah sejarah kemanusiaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surat dari Taiz&#233;: 2004/5&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>&#8220;Sebuah kenyataan yang sangat sederhana&#8221;</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article10081.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article10081.html</guid>
		<dc:date>2010-04-12T21:17:17Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		



		<description>Saat kita membuka Injil, kita dapat berkata, &#8220;Kata-kata Yesus ini seakan hanyalah huruf-huruf kuno yang ditulis dalam bahasa yang tak dikenal. Namun oleh karena Injil tersebut ditulis oleh seseorang yang mengasihi aku maka aku akan mencoba untuk memahami maknanya serta menerapkan sesegera mungkin sedikit dari apa yang telah kupahami.&#8221;&#8230; Pengetahuan yang luas tidaklah penting untuk memulainya. Pada waktunya pengetahuan tersebut akan sangat bernilai. Namun melalui hati, di kedalaman diri-lah, (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique401.html" rel="directory"&gt;Alkitab dan Iman&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;Saat kita membuka Injil, kita dapat berkata, &#8220;Kata-kata Yesus ini seakan hanyalah huruf-huruf kuno yang ditulis dalam bahasa yang tak dikenal. Namun oleh karena Injil tersebut ditulis oleh seseorang yang mengasihi aku maka aku akan mencoba untuk memahami maknanya serta menerapkan sesegera mungkin sedikit dari apa yang telah kupahami.&#8221;&#8230;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengetahuan yang luas tidaklah penting untuk memulainya. Pada waktunya pengetahuan tersebut akan sangat bernilai. Namun melalui hati, di kedalaman diri-lah, manusia dapat mulai memahami Misteri Iman. Segala sesuatunya tidak diberikan secara serta merta. Kehidupan batin terbangun tahap demi tahap. Hari ini, kita melangkah maju dalam iman saat kita melangkah untuk menapaki tahapan-tahapan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;dl class='img-tzart spip_document_658 spip_documents spip_documents_left'&gt; &lt;dt&gt;&lt;img class='act-img img-rounded' src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L360xH226/sour1000a-c7043.jpg' alt='JPEG - 13.1 ko' width='360' height='226' /&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Tepat di kedalaman keberadaan diri manusia, terdapat kerinduan akan sebuah kehadiran, keinginan yang tanpa suara akan sebuah persekutuan. Janganlah kita lupa bahwa kerinduan yang sederhana akan Tuhan ini sudah merupakan awal dari iman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlebih lagi, tidak seorangpun dapat memahami Injil secara keseluruhan tanpa bantuan bantuan dari orang lain. Masing-masing dari kita hendaknya berkata, &#8220;Dalam Gereja sebagai persekutuan yang unik inilah, apa yang tidak saya pahami tentang iman dipahami oleh mereka yang menghayatinya. Aku tidak hanya menyandarkan diri hanya pada imanku sendiri tetapi juga iman umat Kristen dari segala jaman, yakni mereka yang telah mendahului kita, dari sejak masa Maria dan para Rasul hingga mereka yang hidup pada masa kini. Hari lepas hari, aku mempersiapkan batinku untuk dapat meletakkan kepercayaanku dalam Misteri Iman.&#8221;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian menjadi nyata bahwa iman &#8211;percaya kepada Allah&#8211; merupakan satu hal yang sangat sederhana, begitu sederhananya sehingga setiap orang dapat menerimanya. Iman senantiasa muncul bergelora di sepanjang kehidupan kita hingga saat kita menghembuskan nafas terakhir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bruder Roger&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		&lt;hr /&gt;
		&lt;div &lt;div class='rss_ps'&gt;&#8220;Janganlah kita lupa bahwa kerinduan yang sederhana akan Tuhan sudah merupakan awal dari iman.&#8221;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>Surat dari Cina</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article9814.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article9814.html</guid>
		<dc:date>2010-02-09T09:51:04Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		<dc:creator>Jean-Patrick</dc:creator>



		<description>

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique1304.html" rel="directory"&gt;Surat dari Taiz&#233;:&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;dl class='spip_document_4757 spip_documents spip_documents_left' style='float:left;'&gt;
&lt;dt&gt;&lt;a href='https://archives.taize.fr/IMG/pdf/idletter.pdf' title='PDF - 392.2 ko' type=&#034;application/pdf&#034;&gt;&lt;img src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L52xH52/pdf-39070.png' width='52' height='52' alt='PDF - 392.2 ko' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>
<item xml:lang="id">
		<title>11. Berkat Dibalik Kelemahan Kita</title>
		<link>https://archives.taize.fr/id_article8898.html</link>
		<guid isPermaLink="true">https://archives.taize.fr/id_article8898.html</guid>
		<dc:date>2009-08-17T18:03:46Z</dc:date>
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:language>id</dc:language>
		



		<description>Pembaptisan Yesus menyingkapkan bahwa Dia adalah Putra Terkasih Allah. Segera sesudah itu, selama Dia berada di padang gurun, jati diriNya diuji: apakah memang benar Dialah Anak Allah, akankah Dia menjadi lapar, apakah Dia takut akat kematian? Sebuah pelajaran moral seringkali disarikan dari kisah &#034;pencobaan&#034; yang dialami Kristus ini. Kenyataannya, kisah tersebut merupakan salah satu kisah terdalam yang mengisahkan tentang misteri Yesus: apakah makna dari menjadi Anak Allah? Dalam Yesus, (...)

-
&lt;a href="https://archives.taize.fr/id_rubrique1352.html" rel="directory"&gt;Tulisan-tulisan singkat dari Taiz&#233;&lt;/a&gt;


		</description>


 <content:encoded>&lt;div class='rss_chapo'&gt;&lt;p&gt;Pembaptisan Yesus menyingkapkan bahwa Dia adalah Putra Terkasih Allah. Segera sesudah itu, selama Dia berada di padang gurun, jati diriNya diuji: apakah memang benar Dialah Anak Allah, akankah Dia menjadi lapar, apakah Dia takut akat kematian?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah pelajaran moral seringkali disarikan dari kisah &#034;pencobaan&#034; yang dialami Kristus ini. Kenyataannya, kisah tersebut merupakan salah satu kisah terdalam yang mengisahkan tentang misteri Yesus: apakah makna dari menjadi Anak Allah? Dalam Yesus, apa yang tampaknya saling bertentangan, dipersatukan. Di sana ditemukan sisi manusiawi dari Anak Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui cara ini, sebuah jalan berkat terbuka bagi kita, walaupun kita memiliki kelemahan sebagai manusia. Iman tidak membuat kita melampaui keadaan manusiawi kita. Iman merupakan kepercayaan yang teguh bahwa Allah mengasihi kita walaupun saat kita lemah dan miskin.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		&lt;div class='rss_texte'&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;dl class='spip_document_4176 spip_documents spip_documents_left' style='float:left;'&gt;
&lt;dt&gt;&lt;a href='https://archives.taize.fr/IMG/pdf/cahiers11en_web.pdf' title='PDF - 62.3 ko' type=&#034;application/pdf&#034;&gt;&lt;img src='https://archives.taize.fr/local/cache-vignettes/L52xH52/pdf-39070.png' width='52' height='52' alt='PDF - 62.3 ko' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;
&lt;/dl&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		&lt;hr /&gt;
		&lt;div &lt;div class='rss_ps'&gt;&lt;h3 class=&#034;spip&#034;&gt;Tulisan-tulisan singkat dari Taiz&#233;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Tulisan-tulisan singkat dari Taiz&#233; ini ditulis oleh beberapa bruder dan bertujuan untuk menawarkan sebuah pendekatan menuju sumber-sumber iman yang mendasar. Terilhami oleh pengalaman-pengalaman penyelenggarakan pertemuan-pertemuan kaum muda yang diadakan sepanjang tahun di sekitar komunitas, tulisan-tulisan ini berusaha mengolah pertanyaan-pertanyaan yang penting bagi umat kristiani zaman sekarang&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
		
		</content:encoded>


		

	</item>



</channel>

</rss>
